Ingat debat kita kala dibawah bulan itu?
Berani dengan argumen sing-masing
Tentang kepergian.
Tidak ada yang hilang, semua berkomplementasi, saling mengisi, mengganti.
Jika kau menemukan sebuah kepergian,
Pastikan pula kau mendapati sebuah kedatangan. Wujud apapun itu, bersyukurlah.
Terangku angkuh..
Ah tetap saja, aku kehilangan atas kepergian. Keukeuhmu.
Ahh. Aku hanya bisa bergumam.
Kau dengan keras kepalamu, tidak bisa aku hindari.
Tapi, demi kerasulan, atas kata-katamu tadi,
Aku tidak mau kamu pergi.
Walau akan terganti. Mungkin dengan yg lebih baik darimu.
Karena sistem akan berubah ketika kau terganti.
Aku tidak mau.
Manjanya kau. Aku pasti akan pergi.
Cepat atau lambat.
Begitu pula kau. Tinggalkan aku pasti.
Karena kita bukan dewa.
Setengahpun tidak. Sekotoran kuku pun bukan.
Aku dan kau, harus mencari sebuah kedatangan atas sebuah kepergian.
Besarkan hatimu atas sebuah sistem yang bergulir sayang. Pangkas keras kepalamu.
Aku, Alam, dan Matari tidak akan membiarkan kau sendiri.
memo
This entry was posted on 13.9.12 and is filed under LANTUNAN KATA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.