Hai Rindu,
sang jarum berputar terlalu cepat yah..
tak terasa sudah berganti lembaran angka itu..
beberapa patah kata tak pernah keluar lagi dari sarangnya.
sepucuk surat bersampul yang kunanti tak pernah ku terima dengan baik.
sepercik senyum pun tak pernah telintas..
adakah padamu niat untuk merangkai beberapa pasang huruf yg merajut rasa hanya untuk menyapa?
adakah padamu niat untuk memberikan selintas bibir senyum itu walau sekejap saja ?
senyuman manis dari lengkungan dua bibir itu.
dengan sosok elokmu yang begitu...
ahh, tak ada kata yang mampu mewadahi elokmu..
begitukah kau sekarang rindu?
berlari tanpa jejak, bersembunyi diantara semak,
baikkah kau di dunia mu ?
dunia yang penuh warna harapan, ujarmu..
disana kau bebas terbang tanpa takut harus terjatuh,
karena sosok malaikat itu selalu siap membawamu terbang kembali..
namun bukankah sesekali terjatuh itu baik?
buat mu belajar bagaimana cara menerbangkan hidup yang baik.
ahh, yang penting aku senang. tak perlu aku menginjak tanah kotormu itu, ujarmu sinis.
ahh Rindu..Rindu..
Wahai engkau Rindu,
inginku menyusun lembaran bertinta yang akan aku kirimkan untukmu
kalau itu aku lakukan, inginkah kau membacanya ?
adakah rajutan rasa yang akan kau katakan untuk membalasnya?
atau kau hanya akan meletakkannya ditumpukan asa yang lalu ?
Hai, Rindu ini untukmu..
Teruntuk Rindu
This entry was posted on 1.12.11 and is filed under LANTUNAN KATA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.