Teruntuk Tanah Dimana Ari-Ari Disimpan

Teruntuk tanah dimana ari-ariku disimpan..

Apakabarmu disana ?
Masih sedingin dahulukah cuacamu ?
hingga membuatku bernafas mengeluarkan uap air..
Masihkan sehangat dahulu senyum sapa mu ?
betahkanku hinggap didalam pelukanmu

Lama tak kusapa dirimu, masihkah kau mengingat aku ?
Masih maukah kau menerimaku saat aku ingin menemuimu melepas semua kerinduan?
walau hanya untuk sesaat..
Inginku berbincang banyak denganmu,
tentang tanah yang membesarkan aku.

Masih ingatkah kapan terakhir kita berbincang ?
Masihkah kau ada untukku memberikan bahumu untukku bersandar?

Ribuan kata ingin aku suarakan untukmu
Tidak ada kertas yang mampu menampung semua kata itu 
jika kutuangkan dalam rangkaian kata

Aku rindu baumu disaat kamu basah oleh hujan
Aku rindu hiruk pikuknya jalanan itu
Aku rindu semua yang tinggal diatasmu

Teruntuk tanah dimana ari-ariku melebur
Ambarawa biru

This entry was posted on 20.11.11 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response.

Leave a Reply