Terbesitkan sedikit di imajimu, membalas semua surat yang aku titipi melalui Tuhanku.
Adakah dibenakmu, mengirimkan kartu pos bertanda tanahmu tempatmu bernaung.
Dengan sedikit tulisan dari jari kecilmu.
Apakah memang semua surat rindu itu tidak disampaikan oleh Tuhanmu ?
Benarkah semua kata berbalut tanda yang kititipkan melalui Tuhanku itu tidak sampai ?
Atau engkau yang enggan menerimanya?
Rindu ini merobohkan dinding baja,
melelehkan gunung es atlantika,
membakar habis semua kebun bunga.
Rindu ini menundukkan egoku.
Semua senyum salam sapa itu hampa
Dari hulu yang ingin menuju muara, terhenti di bendungan asa
Jangan menunggu bendungan itu meluap Kasih,
tolong ambilah sedikit demi sedikit air rindu yang terhenti disitu.
Bentuklah lajur baru agar sampai di muara hatimu.